REKREASI UNTUK KREASI TEMA ADUIN 2018

YOGYAKARTA, SEMINAR KREATIF ADUIN – Selasa, 24 April 2018 tepatnya digedung Prof. R.H.A Soenarjo, S.H., (Convention Hall) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta akan diselenggarakan acara seminar kreatif yang bertemakan “Break The Limits” pada pukul 13.00 – 15.00 WIB. Erix Soekamti sebagai pembicara dalam seminar ini, merupakan salah satu founder Sekolah Desain, DOES University. Sekolah yang didedikasikan untuk teman-teman yang memiliki bakat dalam bidang animasi, programmer, dan website. Selain menjadi salah satu founder sebuah sekolah, Erix juga masih bergelut di dunia musik sebagai vocalis dari grup musik Endank Soekamti. Salah satu alasan pemilihan Erix Soekamti menjadi narasumber dikarenakan Erix merupakan sosok yang mampu menjadi inspirasi generasi milenial dalam berkarya, tidak pernah berhenti untuk menciptakan kreatifitas dan terus melakukan movement agar tetap menjadi seorang yang produktif.
Menurut Erix Soekamti untuk menghasilkan karya, seseorang harus memiliki label yang berbeda dengan yang lainnya. Untuk menciptakan label itu sendiri seseorang harus berfikir “Unstopable Means” . dimana Unstopable Means itu sendiri artinya seseorang harus memiliki pemikiran tanpa batas dan mampu untuk mandiri dalam menciptakan sebuah karya. Agar dapat menghasilkan sebuah karya yang luarbiasa seseorang harus mampu berfikir out of the box bahkan mampu melewati limit ide-ide yang difikirkan oleh orang lain. Sebelum menuangkan ide dalam berkarya, seseorang harus mengetahui potensi diri yang dimilikinya sehingga dapat menciptakan karya yang menunjukkan jati diri. Dengan demikian muncullah inovasi, yaitu menggunakan kreatifitas untuk menciptakan peluang baru.
Melalui inovasi yang kreatif, Erix Soekamti berhasil menjadi salah satu founder sekolah desain, Does University, yang merupakan sekolah bakat non formal dan non komersial. Keunikan dari sekolah ini adalah tidak terikat oleh kurikulum seperti sekolah-sekolah pada umumnya. Erix dan sembilan rekannya yang merupakan generasi pertama dari Does University terus menyebarkan virus kreatif di sekolah tersebut. Hingga saat ini sudah memasuki angkatan ke-5 dengan jumlah siswa 120 orang. Godean, Yogyakarta merupakan tempat awal mula DOES university didirikan, tetapi saat ini dialihkan ke daerah Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Dalam waktu dekat ini Erix bersama rekan musiknya juga mengadakan sebuah project untuk bulan Ramadhan yang berjudul Tour Endank Soekamti Salam Indonesia. Tour yang dilakukan selama 30 hari ini akan bermula dari kota Yogyakarta hingga wilayah Sumba. Tujuan dari tour Erix dan rekan-rekannya ini adalah untuk mengenalkan keindahan Indonesia kepada masyarakat, yang nantinya akan dikemas dalam bentuk ensiklopedia dan katalog.
“Setiap orang memang mempunyai limit-limit tertentu yang membatasi dirinya untuk berkreasi, namun jika tidak mencoba mendobrak limit tersebut, kita tidak akan bisa menciptakan karya yang luarbiasa.” tutur Erix ketika menjawab salahsatu pertanyaan peserta seminar kreatif AD UIN.
“Mandiri Dalam Bekerja Dan Merdeka Dalam Berkarya” ujar Erix di penghujung acara. Sebagai generasi milenials, kita dituntut untuk menjadi individu yang produktif dan tidak bergantung kepada orang lain dalam bekerja. Tidak selamanya generasi muda hanya sebagai pengikut trend. Kita harus mencoba menembus batasan yang menghalangi kreatifitas. Akan tetapi, untuk menjadi seorang yang kreatif, tidak boleh mengesampingkan etika dalam berkarya.