Dosen Ilmu Komunikasi Menjadi satu-satunya Presenter Indonesia pada Konferensi Internasional di Inggris

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Durrotul Masudah, M.A., menjadi satu-satunya presenter dari Indonesia dalam acara Media Futures Conference yang diselenggarakan oleh Program Studi Media dan Komunikasi, London School of Economics (LSE) and Political Science, Inggris. Konferensi ini telah diselenggarakan pada 15 – 16 Juni 2023 secara luring di kampus LSE di London, Inggris, dalam rangka memperingati 20 tahun berdirinya program studi tersebut.

Dalam konferensi ini, Durrotul tergabung dalam sesi paralel bertajuk “What is news now for?” di mana ia mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Environmental Communication 3.0: Digital Activism to Encourage Environmental Coverages’ Readership and Readers’ Environmental Awareness”. Dalam penelitiannya, Durrotul mengkaji aktivisme digital dalam bidang lingkungan yang dilakukan oleh Remotivi, sebuah lembaga riset media di Indonesia. Aktivisme digital ini mengundang para pengguna media sosial untuk mengikuti tantangan bertajuk #1hari1IsuLingkungan, dengan cara mencari, membaca, dan memposting berita isu lingkungan selama satu bulan penuh pada November 2022 lalu. Dengan menggunakan metode automated text analysis, Durrotul meneliti partisipasi pengguna media sosial dalam tantangan tersebut. Hasilnya menunjukkan berita-berita isu lingkungan dari mana saja yang paling banyak diposting oleh partisipan tantangan, isu-isu lingkungan apa saja yang paling banyak diposting, frekuensi posting dalam jangka waktu satu bulan tersebut, hingga partisipan yang konsisten memposting berita isu lingkungan selama satu bulan penuh. Selain itu, Durrotul juga mewawancarai beberapa informan yang terdiri dari Campaign Manager Remotivi, tiga orang partisipan tantangan, dan juga satu orang jurnalis lingkungan. Dari penelitian tersebut, Durrotul menyimpulkan bahwa aktivisme digital yang dilakukan Remotivi merupakan sebuah model baru komunikasi lingkungan yang lebih kolaboratif di mana ada beragam pihak yang terlibat di dalamnya, dan model baru ini menguatkan peran masing-masing pihak dalam mengarusutamakan isu-isu lingkungan di masyarakat.

Dalam sesi paralel tersebut, tergabung pula tiga presenter lain, masing-masing dari Lund University (Swedia), University of London (Inggris), dan Lahore University of Management Sciences (Pakistan).

Selain mempresentasikan penelitiannya di sesi paralel, Durrotul juga mengikuti tiga sesi panel yang menghadirkan pembicara dari berbagai universitas dari negara-negara yang berbeda, serta mengikuti talkshow yang menghadirkan walikota Inggris, Shadiq Khan. Durrotul merasa sangat bersyukur dapat mengikuti rangkaian kegiatan konferensi tersebut karena ada banyak wawasan baru yang ia dapatkan berkaitan dengan isu-isu dan tema-tema riset dalam bidang komunikasi dan media yang saat ini sedang berkembang di universitas-universitas di negara-negara lain. Menurutnya, ada satu kegelisahan yang sama yang dirasakan oleh peneliti-peneliti media dan komunikasi dari berbagai negara tersebut, yaitu bagaimana penelitian-penelitian dalam bidang media dan komunikasi dapat berperan dan berkontribusi secara konkrit dalam menciptakan atau membawa perubahan yang positif dalam masyarakat. (dur/red)