PANEN ILMU BARU DALAM ACARA PELATIHAN PR PRODI ILMU KOMUNIKASI UIN SUNAN KALIJAGA

Antusias mahasiswa saat kegiatan Pelatihan PR dengan pemateri Bapak Rahadiyan Perestroika, M.A dari PT. Kilang Pertamina Balikpa
Pada tanggal 14-16 Juli 2021 lalu, program studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan PR bagi para mahasiswanya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dihadiri oleh berbagai praktisi PR seperti Drs. Imam Pratanadi, MT (Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY), Risma Kusumanendra, S.IP (Cristal Indonesia Management), Satyo Nugroho, SP (PR Opal Comm), Dewi Nur Indahsari Esti Rahayu, M.M (Director Tribakti Center), Rahadiyan Perestroika, M.A (PR & CSR Specialist PT.Kilang Pertamina Balikpapan), dan Mutia Dewi, M.I.Kom (Co-Founder BumiAku Creative). Kegiatan yang dilakukan melalui platform Zoom Meeting ini bertujuan untuk meningkatkan skill mahasiswa Ilmu Komunikasi khususnya dalam bidang PR agar semakin siap untuk terjun dalam dunia kerja nantinya.
Para narasumber yang hadir dalam kegiatan ini memberikan berbagai macam materi yang beragam serta bermanfaat bagi para mahasiswa. Pada hari pertama hadir narasumber Drs. Imam Pratandi, M.T yang memberikan materi seputar bagaimana cara mengelola isu, counter berita & menghadapi masyarakat sebagai humas pemerintah, dan Risma Kusumanendra, S.I.P dengan materi softskill berbasis critical thinking di era new normal. Pada hari kedua, kegiatan dihadiri oleh Satyo Nugroho, SP yang memberikan materi serta praktik dokumentasi & media monitoring oleh perusahaan dan Dewi Nur Indahsari Esti Rahayu, M.M yang membawakan materi mengenai kemampuan MC, Public Speaking and TV Presenter. Serta pada hari terakhir kegiatan pelatihan PR menghadirkan Rahadiyan Perestroika yang membagikan ilmu mengenai creative writing PR di era pandemi Covid-19 dan Mutia Dewi, M.I.Kom dengan materi Digital and strategic Planner PR.
Kaprodi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Dr. Rama Kertamukti, M.Sn, dalam sambutannya mengatakan bahwa PR saat ini penuh dengan tantangan. Teknologi adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dalam dunia PR saat ini sehingga mahasiswa harus peka dengan teknologi saat ini. “Saya harapkan dalam pelatihan ini ke depan semoga teman-teman anak muda PR harus mengerti itu betul, bahwa keterampilan PR kita pelajari betul.”, ujar Kaprodi Ilmu Komunikasi. Selain itu Kaprodi Ilmu Komunikasi juga menambahkan bahwa PR itu harus memperkuat keterampilan minimal harus mengerti riset dasar ke-PR-an seperti apa, pengembangan konten dalam dunia media dan dunia virtual saat ini hari ini, mampu mengevaluasi bagaimana program-program saat ini, pengelolaan isu, dan proses kerja dunia teknologi hari ini.
Dalam kesempatan ini, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Dr. Mochammad Sodiq, M.Si, mengatakan bahwa tantangan untuk PR sangat luar biasa dengan hadirnya teknologi AI, namun kreativitas dan spiritualitas adalah sesuatu yang khas milik manusia. “Dengan kegiatan seperti ini semoga kreativitas dan spiritualitas yang sifatnya lebih manusiawi, lebih membumi, yang lebih memberikan makna kemanusiaan akan terus tumbuh dan tumbuh.”, tutur Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Beliau juga menyambut baik acara ini dan berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan kebermanfaatan yang seluas-luasnya. Selain mendapatkan ilmu dari narasumber yang hadir, peserta pelatihan PR juga mendapatkan tawaran untuk magang di beberapa instansi seperti di Setda DIY serta di Opal Comm. Salah satu peserta pelatihan PR, Sani, juga menyebutkan bahwa dengan mengikuti acara pelatihan PR yang diadakan Prodi Ilmu Komunikasi sangatlah menambah wawasan. “Kegiatan pelatihan PR yang diadakan selama tiga hari ini juga menjadi penunjang materi-materi yang telah disampaikan di kelas. Saat di kelas diberikan materi yang bersifat teoritis diseimbangkan dengan para praktisi yang sangat mumpuni pada bidangnya masing-masing. Harapan saya, prodi ilmu komunikasi selalu konsisten dalam mengadakan acara pelatihan-pelatihan yang tidak diajarkan di kelas agar menambah wawasan mahasiswa dan mahasiswinya dalam dunia keprofesian.”, ujar Sani. (TK)