Rapat Pedoman Akademik UIN Sunan Kalijaga 2024 dan Dokumen Akreditasi Internasional FIBAA


Pada tanggal 20 Mei 2024, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar rapat penting yang membahas dua topik utama: penyusunan Pedoman Akademik Tahun 2024 dan persiapan dokumen akreditasi internasional oleh Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan akademik, termasuk Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, serta berbagai pejabat dan staf universitas lainnya.

Penyusunan Pedoman Akademik 2024

Rapat ini bertujuan untuk memperbarui dan menyempurnakan Pedoman Akademik UIN Sunan Kalijaga untuk tahun akademik 2024. Pedoman Akademik ini berfungsi sebagai panduan bagi seluruh kegiatan akademik di universitas, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pembaruan ini penting untuk memastikan bahwa pedoman tersebut selaras dengan perkembangan terbaru dalam bidang pendidikan tinggi dan kebutuhan pasar tenaga kerja global.

Dalam sambutannya, Ketua LPM UIN Sunan Kalijaga, r. Muhammad Fakhri Husein, S.E., M.Si, menekankan pentingnya dokumen ini dalam menjamin kualitas dan relevansi pendidikan yang diberikan oleh universitas. Beliau menyatakan, “Pedoman Akademik yang komprehensif dan up-to-date adalah kunci untuk mendukung visi kita menjadi universitas berkelas dunia yang menghasilkan lulusan berkualitas tinggi.”

Persiapan Dokumen Akreditasi Internasional FIBAA

Selain membahas Pedoman Akademik, rapat ini juga fokus pada persiapan dokumen untuk akreditasi internasional oleh FIBAA. Sebelumnya, pada bulan Mei 2023, UIN Sunan Kalijaga berhasil meraih akreditasi FIBAA untuk 18 program studi. Pencapaian ini merupakan langkah signifikan dalam upaya universitas untuk mencapai standar pendidikan tinggi internasional.

Kaprodi Ilmu Komunikasi, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan bahwa persiapan dokumen akreditasi melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, termasuk kurikulum, metode pengajaran, dan fasilitas pendukung. “Proses akreditasi ini tidak hanya tentang memenuhi standar internasional, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas pendidikan kita secara keseluruhan,” ujarnya.

FIBAA, yang berbasis di Bonn, Jerman, dikenal sebagai lembaga penjaminan mutu yang menggunakan standar dari European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQA). Akreditasi oleh FIBAA menunjukkan bahwa program studi di UIN Sunan Kalijaga memenuhi kriteria internasional dalam hal kualitas pendidikan, relevansi kurikulum, dan kemampuan lulusan untuk bersaing di pasar tenaga kerja global​​.

Partisipasi dan Harapan

Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak termasuk dekan, wakil dekan, serta kepala program studi dari berbagai fakultas di UIN Sunan Kalijaga. Partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di universitas.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, menambahkan bahwa pencapaian akreditasi FIBAA ini bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar pendidikan di UIN Sunan Kalijaga. “Akreditasi internasional adalah pengakuan atas kualitas kita, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas tersebut di masa depan,” katanya.

Rapat pada tanggal 20 Mei 2024 ini menandai langkah penting dalam perjalanan UIN Sunan Kalijaga untuk memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul di tingkat nasional dan internasional. Melalui penyusunan Pedoman Akademik yang komprehensif dan persiapan dokumen akreditasi FIBAA, UIN Sunan Kalijaga menunjukkan komitmennya untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika, UIN Sunan Kalijaga siap untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, baik di Indonesia maupun di kancah global​​.