Workshop "Nasib Designer Ajib" ADUIN 2026 Ajak Anak Muda Hadapi Era AI dengan Kreatif

YOGYAKARTA — Workshop, Sharing Session & Mini Exhibition bertajuk "Nasib Designer Ajib" sukses diselenggarakan pada Senin, 18 Mei 2026 di Amboja Café, Jl. Demangan Baru, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian ADUIN (Advertising UIN) 2026 Creative Advertising Festival ini diikuti oleh 30 peserta dan menghadirkan dua praktisi berpengalaman di bidang desain dan periklanan sebagai narasumber.

Kegiatan ini hadir sebagai ruang diskusi dan eksplorasi bagi para pelaku industri kreatif dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (AI). Melalui tema "Nasib Designer Ajib", ADUIN 2026 mengajak generasi muda untuk tidak sekadar khawatir terhadap perkembangan teknologi, melainkan memahami dan memanfaatkannya secara bijak demi mengembangkan kemampuan di dunia desain.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Mokhamad Mahfud, S.Sos.I., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terselenggaranya workshop ini dan berharap kegiatan dapat membawa manfaat nyata sesuai dengan tema yang diusung.

"Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan workshop ini. Semoga acara ini dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh peserta, sesuai dengan tema yang diangkat," ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua ADUIN 2026, Jaysun Firdausi. Ia menjelaskan gambaran umum rangkaian kegiatan yang akan berlangsung, mulai dari sharing session bersama para praktisi, workshop desain grafis berbasis AI, hingga mini exhibition. Jaysun juga menyampaikan harapannya agar acara dapat berjalan lancar dan sukses.

"Harapannya semoga acara ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses, serta menjadi wadah bagi anak-anak muda yang tertarik dalam dunia desain untuk terus mengembangkan kemampuan mereka," ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi utama, yakni sharing session yang menghadirkan dua praktisi berpengalaman di bidang desain dan periklanan. Pemateri pertama, Rahardian Galang selaku CEO & Art Director Sumur Creative, membawakan materi seputar dunia desain masa kini, khususnya bagaimana kehadiran AI membentuk ulang cara kerja para desainer. Ia menekankan bahwa meskipun AI kini menjadi bagian tak terpisahkan dari industri kreatif, para desainer tetap perlu bersikap kritis dan bijak dalam memanfaatkannya.

"Dunia desain masa kini tidak terlepas dari yang namanya AI, tapi kita harus cermat dalam menggunakannya karena AI bisa menghilangkan kreativitas kita sendiri. Di zaman sekarang kita tidak perlu berharap menjadi sempurna dalam berkarya, karena ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan itu sendiri," ujarnya.

Sesi dilanjutkan oleh pemateri kedua, Herdetya Priambodo, Co-Founder Design & Ilustrasi Plainthing Studio, yang berbagi kiat-kiat praktis dalam membuat desain dan mengintegrasikan AI ke dalam proses kreatif. Ia menegaskan bahwa AI sejatinya adalah alat bantu yang powerful, namun tetap membutuhkan pemahaman dan tahapan yang tepat dalam penggunaannya.

"Penggunaan AI di zaman sekarang justru sangat membantu pekerjaan kita, tapi yang paling penting adalah cara kita menggunakannya. Boleh pakai AI, tapi ada tahap-tahapnya — jangan langsung menggunakannya secara mentah-mentah," tegasnya.

Setelah sesi sharing session selesai, acara dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit. Pada sesi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari tiga hingga empat orang untuk mempraktikkan langsung pembuatan desain poster digital. Dalam setiap kelompok, peserta menjalankan peran yang berbeda-beda — sebagian bertugas sebagai desainer, sementara yang lain berperan sebagai pengembang ide kreatif. Setelah proses pembuatan desain selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di hadapan peserta lain sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi bersama.

Rangkaian acara Workshop Nasib Designer Ajib ditutup dengan momen apresiasi yang hangat. Kedua pemateri, Rahardian Galang dan Herdetya Priambodo, menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh pembina event ADUIN, Achmad Zuhri, M.I.Kom. dan Maya Sandra Rosita Dewi, S.Sos, M.I.Kom., sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan ilmu yang telah dibagikan kepada para peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada kelompok FGD yang berhasil menghasilkan karya desain terbaik.

Sebelum peserta beranjak pulang, seluruh hadirin diajak untuk mengunjungi Mini Exhibition yang turut memeriahkan rangkaian acara ADUIN 2026. Pameran ini menampilkan berbagai stan kreatif dari komunitas dan UMKM lokal, mulai dari Moleklek dengan pengalaman melukis media gerabah, Oricon yang menghadirkan merchandise bertema kartun Jepang dengan layanan live commission, hingga Kostrad yang membuka informasi seputar komunitas desain grafis dan film iklan mereka. Komunitas MOV (Moving On Voice) serta stan resmi Merch ADUIN Fest dengan berbagai pilihan merchandise juga turut hadir melengkapi pameran.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara seluruh peserta dan kedua pemateri yang telah hadir, menjadi momen hangat sekaligus penutup yang berkesan dari seluruh rangkaian Workshop Nasib Designer Ajib ADUIN 2026.

Melalui kegiatan ini, ADUIN 2026 berharap para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru mengenai perkembangan industri kreatif di era AI, tetapi juga semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan desain mereka. Kehadiran AI bukanlah ancaman, melainkan peluang yang dapat dimanfaatkan secara bijak oleh generasi muda kreatif Indonesia.