Advertising Camp 4.0: Merajut Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi

mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, dengan peserta antara lain Alya, Fairuz Nafis, Farid, Nariyatur Indah, dan Shelly Salim
Advertising Camp 4.0 dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk menggali lebih dalam dunia periklanan dan kreativitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai periklanan digital, serta memberikan pengalaman praktis dalam menangani kampanye promosi berbasis teknologi terkini.
Konsep Advertising Camp 4.0 mengusung semangat kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, perusahaan, dan individu untuk mengembangkan keterampilan dan wawasan peserta. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat bersinergi dan menciptakan karya-karya inovatif di bidang periklanan.
Adapun rangkaian kegiatan dalam Advertising Camp 4.0 melibatkan serangkaian workshop, seminar, dan hands-on experience yang dibimbing oleh praktisi dan pakar di bidang periklanan. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendalami konsep-konsep dasar periklanan, strategi kampanye, serta penerapan teknologi dalam dunia periklanan digital.
Selain itu, Google turut memberikan insight mengenai tren periklanan digital terkini dan tools yang dapat mendukung strategi pemasaran. META, sebagai lembaga riset dan pengembangan di bidang ekonomi kreatif, berkontribusi dalam menyajikan data dan informasi terkini mengenai pasar dan tren konsumen.
Kelima mahasiswa Ilmu Komunikasi yang ikut serta dalam Advertising Camp 4.0, yaitu Alya, Fairuz Nafis, Farid, Nariyatur Indah, dan Shelly Salima, memiliki peran penting dalam kesuksesan acara ini. Dengan latar belakang studi yang beragam, mereka membawa keunikannya masing-masing dan berkontribusi dalam setiap sesi kegiatan.
Alya, dengan kepekaannya terhadap tren visual, turut aktif dalam workshop desain grafis. Fairuz Nafis, yang memiliki ketertarikan khusus pada strategi pemasaran, memberikan wawasan yang berharga dalam sesi diskusi strategi kampanye. Farid, dengan latar belakang jurnalistik, membawa keahlian dalam menyusun konten yang menarik dan relevan. Nariyatur Indah, yang memiliki kecakapan dalam analisis data, turut andil dalam sesi-sesi terkait riset pasar. Shelly Salima, dengan keahlian dalam komunikasi interpersonal, berkontribusi dalam simulasi presentasi kampanye.
Advertising Camp 4.0 memberikan dampak positif bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, tidak hanya dari segi pengetahuan dan keterampilan praktis, tetapi juga dalam membangun jejaring dengan praktisi dan profesional di industri periklanan. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi dunia kerja dan terus berkontribusi dalam mengembangkan industri periklanan di Indonesia. Selain itu, keberlanjutan acara semacam ini diharapkan dapat memperkaya program pendidikan dan memberikan kontribusi positif pada perkembangan ekonomi kreatif di Tanah Air.