Benchmarking Ke Universitas Andalas Padang, Persiapan Prodi Ilmu Komunikasi Menuju Akreditasi Internasional

Kunjungan ke Universitas Andalas Padang
Dalam era global seperti saat ini, pendidikan yang bermutu merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu, upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Pendidikan nasional harus segera membangun reputasi dan konsep pendidikan sestara dengan dunia internasional. Akreditasi internasional adalah salah satu media strategis untuk memperlihatkan kualitas outcome pendidikan. Program Studi Ilmu Komunikasi ingin memastikan bahwa proses dan capaian pembelajaran sudah dalam track yang benar bagi lulusan mahasiswanya. Akreditasi FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) menjadikan bidikan untuk diraih sebagai Langkah yang diambil demi meningkatkan kualitas manajemen pendidikan Perguruan Tinggi sekaligus untuk menjawab tantangan global dunia pendidikan global ini.. FIBAA merupakan agen Eropa yang berorientasi internasional untuk penjaminan dan pengembangan kualitas dalam pendidikan tinggi.
Pencapaian untuk meraih akreditasi internasional dilakukan dengan berkunjung malakukan benchmarking ke Fakultas Teknik Universitas Andalas yang telah mendapatkan pengakuan Internasional dari Badan Akreditasi Internasional (Accreditation Board for Engineering and Technology) ABET pada 3 Program Studi Sarjana (S1) yakni Teknik Mesin, Teknik Industri dan Teknik Lingkungan. ABET merupakan Badan Akreditasi Internasional yang berbasis di Amerika Serikat untuk program pendidikan tinggi dibidang ilmu pengetahuan alam, ilmu komputer, ilmu keteknikan dan Engineering Technology. Terbitnya pengakuan akreditasi internasional ini menandakan proses pendidikan yang berlangsung di 3 program studi tersebut telah mencapai kesetaraan dengan program studi serupa di Universitas ternama di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Kunjungan perwakilan Prodi Ilmu Komunikasi ke Universitas Andalas bersama dengan LPM UIN Sunan Kalijaga dan 20 Program Studi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga. Keberangkatan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) dipimpin oleh Dr Sulistyaningsih, S.Sos., M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, beserta Dr. Rama Kertamukti selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dan juga Prodi. Sosiologi yang diwakili oleh Agus Saputro, M.Si. Studi banding atau benchmark ini ingin mendapatkan Seberapa baik kondisi Prodi. Ilmu Komunikasi sekarang (evaluasi diri)? Harus menjadi seberapa baik Prodi. Ilmu Komunikasi (menetapkan standar/target)? Bagaimana cara Prodi. Ilmu Komunikasiuntuk mencapai yang baik tersebut (rencana tindakan)?
Pengalaman Fakultas teknik dalam berproses untuk mendapatkan Akreditasi Internasional ini memberikan pengalaman mengenai suatu proses berapa lama perbaikan suatu permasalahan akademik khususnya mengurai capaian pembelajaran dalam kurikulum pembelajaran sehingga menghasilkan solusi terbaik bagi mahasiswa, dosen, maupun pengguna. Proses baru yang dilakukan sebagai upaya-upaya yang selama ini belum berhasil. Pembentukan Tim akreditasi internasional yang dibentuk untuk menyelidiki proses dan permasalahannya serta mendifinisikan proses yang menjadi target, batas-batasan yang ada, sehingga mendapatkan masukan (input) serta keluarannya (output). Hasil itu didapat dari sambutan Prof. Dr. Henny Lucida, Apt selaku Ketua LP3M Universitas Andalas menyampaikan beberapa informasi terkait akreditasi internasional yang dilakukannya. Persiapan yang dilakukan oleh masing-masing prodi di Fakultas Teknik dilakukan selama selama 5 tahun. Diawal persiapan, selama 1,5 tahun pendampingan partnership (Technical assistant) dari Arizona State University (ASU), untuk menyusun bagaimana kurikulum berbasis OBE serta evaluasi diri. Dan di proses selama 3 tahun sebelum mendaftarkan prodi ke ABET, Pihak Universitas Andalas selalu berkonsultasi dengan UGM dan UII sebagai universitas yang terlebih dahulu mendapatkan Akreditasi Inteernasional serta juga sebagai partner, penguatan dalam menghadapi Assesment lapangan juga diperkuat dengan studi banding ke Vietnam. Dalam benchmarking ini menghasilkan penguatan atas kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi menghadapi akreditasi Internasional untuk focus pada Pembelajaran Berorientasi Luaran OBE (Outcome-Based Education). OBE adalah metode pembelajaran yang memiliki fokus pada luaran yaitu capaian pembelajaran. Identifikasi dan penentuan capaian pembelajaran sangat penting pada metode OBE karena akan menentukan metode pembelajaran dan perencanaan asesmen sehingga menghasilkan lulusan yang terbaik sesuai yang diharapkan kurikulum yang membentuknya. Berbeda dengan metode pembelajaran tradisional dimana fokus utama adalah proses belajar mengajar.