Sukses! Webinar PR Crisis Oleh Komunitas Pro Dihadiri 100 Peserta Lebih

Webinar “Sense of Crisis in Digital Era” pada Jumat
Sense of crisis suatu hal yang harus dimiliki oleh seorang public relations (PR), sense of crisis akan membantu dalam memecahkan permasalahan atau krisis kehumasan yang dialami oleh seorang public relations (PR). Kecerdasan, keberanian, kemampuan beradaptasi merupakan kunci dari menemukan sense of crisis.
Pembahasan menarik tentang sense of crisis ini dibahas tuntas dalam Webinar “Sense of Crisis in Digital Era” pada Jumat (1/4) di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Webinar ini menghadirkan tiga penulis buku PR Crisis yang sekaligus narasumber dalam acara ini. Ketiganya ialah Dr. Firsan Nova selaku CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication, Dian Agustine Nuriman (Founder of Nagaru Communication), dan jurnalis Republika, Mohammad Akbar. Webinar ini bertujuan untuk memberikan insight kepada para mahasiswa tentang pentingnya memiliki sense of crisis di era digital ini.
Firsan Nova mengatakan seorang humas dapat melatih rasa krisisnya ketika ia mengetahui 3K dalam sense itu sendiri, yaitu kecerdasan, keberanian, dan kemampuan dalam beradaptasi yang tinggi menjadi kunci. Ia juga menambahkan rasa terhadap krisis ini terkadang perlu disadarkan. "Sense of crisis memang sudah ada dalam diri seseorang tetapi terkadang ketika menghadapi krisis, sense itu perlu diingatkan atau disadarkan untuk mengendalikan situasi yang terjadi. Kemudian menghadapi krisis, secara mutlak kita harus memiliki 3K," jelas Firsan Nova.
Jurnalis Republika, Muhammad Akbar, juga menambahkan kaitan sense of crisis dalam menghadapi media saat krisis itu sangat penting. Media sangat senang diperhatikan, diberi kemudahan, dan dianggap seperti teman. Oleh karena itu, PR sejati harus mampu memiliki kepekaan terhadap media saat krisis terjadi.
Sebagai penutup, Mahasiswa ilmu komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Khoiru Roja Insani, memberikan tanggapan mengenai acara webinar “Sense of Crisis in Digital Era”. “Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, khususnya konsentrasi PR, mengikuti webinar PRO bersama NEXUS: “Sense of Crisis in Digital Era” memberikan sebuah pemahaman dan wawasan baru bahwa menjadi seorang PR diperlukan memiliki sebuah sense atau rasa. Seorang PR diharuskan peka terhadap lingkungan, memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, dan tolong-menolong. Meskipun saya, yang masih duduk di semester empat, belum mendapatkan mata kuliah manajemen krisis. Tapi, bagi saya mengikuti webinar ini sudah lebih dari cukup memberikan gambaran bagaimana cara seorang PR untuk menangani krisis dan langsung disampaikan oleh ahlinya. Terima kasih PRO dan NEXUS yang telah menyelenggarakan acara semenakjubkan ini. Ditunggu acara-acara serupa selanjutnya!”, tutur mahasiswa yang akrab disapa Sani. (AK)