Kunjungan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Ke Komisi Penyiaran Indonesia

Jakarta, 22 November 2018 – Dalam rangka menyukseskan acara Media Visit yang diselenggarakan oleh HMPS Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kunjungan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 22 November 2018. Tujuan dari kunjungan ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana proses penyiaran yang ada di Indonesia.

Sudjarwanto Rahmat Muhammad Arifin selaku Wakil Ketua KPI Pusat menjadi narasumber utama acara kunjungan. Pria asal Yogyakarta ini sempat meminta maaf karena tidak dapat menyambut kedatangan para mahasiswa ke gedung KPI. “Tuan rumah kok malah yang bikin nunggu,” tutur beliau disertai tawa.

Selama acara, pria yang kerap disapa Arifin ini menjelaskan banyak hal mengenai KPI, yaitu bagian-bagian gedung KPI, struktur keorganisasian KPI, fungsi dan tugas KPI, monitoring KPI, hingga informasi mengenai magang mahasiswa (KKN). Pembicaraan beliau tentu saja terfokus pada penyiaran Indonesia.

Salah satu hal yang menarik perhatian para mahasiswa adalah sensorship. Arifin mengatakan bahwa KPI tidak berurusan dengan sensorship yang sering dijumpai terutama pada film luar negeri. Lembaga yang bekerja pada bidang tersebut adalah Lembaga Sensor Film (LSF), setelah itu baru diberikan kepada KPI untuk dikoreksi dan disetujui.

Pria lulusan UGM ini juga memperingati mahasiswa tentang perkembangan digital yang terus berlanjut. Beliau bahkan mengatakan bahwa menurut riset lembaga penyiaran di Eropa, siaran TV hanya akan bertahan hingga tahun 2026 saja. “Mahasiswa haruslah bisa berpikir out of the box agar dapat bersaing di era revolusi industri 4.0, khususnya bidang penyiaran. Maka pola dan selera konsumsi media penyiaran turut berubah.” Ujarnya.

Setelah acara tersebut, mahasiswa diajak berkeliling gedung KPI untuk mengenal dan melihat bagaimana KPI mengawasi penyiaran di Indonesia. Di lantai tiga, banyak pekerja yang duduk di depan komputer untuk mengawasi semua siaran TV di Indonesia dan mencatat bagian-bagian yang dirasa kurang memenuhi persyaratan penyiaran, termasuk iklan. Di lantai satu, ada ruang khusus untuk pengaduan acara TV. KPI juga menyediakan media untuk melakukan pengaduan secara tidak langsung, seperti instagram dan email.

Arifin sangat mengapresiasi acara Media Visit yang baru pertama kali diadakan ini. Beliau berharap kedepannya acara ini akan terus berlanjut dan dapat membawa banyak manfaat bagi pesertanya sehingga ilmu yang didapat dapat disampaikan ke masyarakat. (Rizka)