Pelatihan Film Dokumenter

Yogyakarta, 14 November 2018 - Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan workshop pada harus Rabu (14/11) dan Jum’at (16/11) dengan tema “Pelatihan Film Dokumenter” yang diisi oleh Barlian Anung Prabandono. Acara yang dibimbing langsung oleh Fajar Iqbal dan Lukman Nusa selaku Dosen Ilmu Komunikasi ini diadakan di Ruang Interactive Center Lantai 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora dimulai pukul 09.30-12.00 WIB.

Workshop ini merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi untuk membantu dan mengasah skill mahasiswa agar dapat menunjang pembelajaran yang ada dalam mata kuliah. Acara yang wajib diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 5 ini dibuka dengan sambutan singkat oleh Bapak Siantari Rihartono selalu Ketua Prodi Ilmu Komunikasi dengan memberi pesan pada mahasiswa agar lebih banyak mengambil ilmu dalam kesempatan ini dan juga dapat menerapkannya dalam dunia perkuliahan.

Bapak Barlian sebagai pembicara juga sharing tentang pengalaman-pengalaman menakjubkan yang telah dilaluinya. Beliau pernah menjadi Asisten Produser “Ayahku Hebat” yang disiarkan di Global TV. Selain itu Bapak Barlian juga beberapa kali turut serta dalam Tim Company Profile Universitas Muhammadiyah Surakarta. Saat ini pun beliau mengajar mata kuliah Sinematografi di UMS. Hal ini membuktikan bahwa pengalaman dalam bidang fotografi dokumenter Bapak Barlian itu tidak perlu diragukan lagi.

Selama acara, Barlian menjelaskan sekilas tentang film dokumenter itu seperti apa, bagaimana langkah-langkah awal dalam memulai proses produksi, juga bagaimana gaya & tutur bahasa yang baik serta penyusunan naskah yang baik untuk film dokumenter. Beliau menegaskan bahwa inti dari film dokumenter itu adalah riset, jadi tidak hanya direkam namun juga harus diteliti. Selain itu juga beliau berpesan kepada para mahasiswa untuk jangan terlalu fokus pada teknisnya, namun juga perlu belajar meng-ide dengan terus menerus sehingga dapat mengeluarkan ide yang baik dan bagus. Karena ide itu sifatnya mahal, sedangkan teknis itu dapat dipelajari. (sany)