"Creative Santri Movement": Prodi Ilmu Komunikasi Edukasi Santri Ponpes Fadlun Minallah Pentingnya Personal Branding
YOGYAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pendopo Pondok Pesantren Fadlun Minallah, Wonokromo, Bantul,pada Selasa (30/6). Mengusung tema "Creative Santri Movement: Membangun Personal Branding Islami di Era Digital", kegiatan ini bertujuan untuk membekali para santri dalam mengelola identitas digital secara positif dan bermanfaat.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh santri kelas 11, 12, dan mahasiswa pesantren. Menariknya, salah satu santri mahasiswa yang turut menjadi peserta merupakan mahasiswa semester 2 dari Prodi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga sendiri.
Acara diawali dengan sambutan dari Lurah Pondok Pesantren Fadlun Minallah, Ustad Faiz. Mewakili keluarga pengasuh pondok pesantren, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran jajaran dosen Ilmu Komunikasi. "Terima kasih sudah hadir dan berbagi ilmu dengan kami. Semoga ilmu yang disampaikan bisa bermanfaat bagi para santri di sini," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dalam sambutannya menceritakan kedekatan emosionalnya dengan dunia pesantren, mengingat ia sendiri pernah menjadi seorang santri. Ia mengungkapkan bahwa terselenggaranya acara ini tidak terlepas dari inisiasi Ustad Bayu, mantan Lurah Ponpes yang juga merupakan mahasiswa bimbingannya semasa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sambutan tersebut berlangsung khidmat, diwarnai dengan pembacaan surat Al-Fatihah, doa, dan lantunan selawat.
Memasuki acara inti, materi pembekalan disampaikan oleh Febri Nur Aliya, praktisi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Sosok yang akrab disapa Mbak Ayi ini mengawali sesinya dengan interaktif. Ia mengajak para santri yang memiliki media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook untuk melakukan simulasi pencarian nama rekan mereka melalui mesin pencari Google.
Melalui simulasi tersebut, ia menjelaskan esensi dari personal branding di era modern. “Personal branding adalah kesan apa yang kita tinggalkan pada orang lain. Bagaimana kita ingin dilihat di dunia maya?” jelasnya.
Narasumber juga memotivasi para santri agar tidak membiarkan akun media sosial mereka kosong tanpa karya atau rekam jejak yang positif. Menurutnya, portofolio digital yang dibangun di media sosial saat ini sangat esensial dan kerap menjadi pertimbangan penting dalam berbagai seleksi, mulai dari melamar pekerjaan, mendaftar beasiswa, hingga pendaftaran perguruan tinggi.
Acara edukasi ini berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta pada sesi tanya jawab. Kegiatan PKM ini kemudian diakhiri dengan penyampaian kesimpulan dan penutup, menegaskan komitmen Prodi Ilmu Komunikasi dalam mendampingi masyarakat, khususnya generasi santri, agar cakap dan bijak di ruang digital.