Terjunkan 130 Mahasiswa di Program KKK, Prodi Ilmu Komunikasi Selenggarakan Pembekalan Bertajuk “Alumni Talk”

YOGYAKARTA – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) bagi mahasiswa angkatan 2023, Kamis, 25 Juni 2026. Mengusung tema "Alumni Talk: Networking dan Peluang Karier dari Pengalaman KKK", acara ini berlangsung di Interactive Center FISHUM.

Ketua Panitia KKK, Fajar Iqbal, S.Sos., M.Si., menyebutkan bahwa pada periode ini prodi memberangkatkan lebih dari 130 mahasiswa ke berbagai instansi. Ia menekankan, KKK bertujuan memberikan pengalaman empiris guna melengkapi teori yang didapatkan di bangku kuliah.

"Di dunia kerja saat ini, kecerdasan akademik saja tidaklah cukup. Banyak tempat kerja yang justru memprioritaskan etika dan attitude yang baik. Menghadapi dinamika dunia kerja yang berubah cepat, peningkatan keterampilan harus dibarengi dengan daya tahan mental yang kuat," tegas Fajar. Ia berharap mahasiswa siap belajar di mana pun dan senantiasa menjaga nama baik almamater.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Dr. Mokhamad Mahfud, S.Sos.I., M.Si., berpesan agar mahasiswa tetap memprioritaskan tugas akademik dan cerdas mengelola waktu selama magang. "Kesempatan KKK dan menempuh perkuliahan ini merupakan sebuah amanah besar yang dititipkan oleh Allah SWT melalui orang tua," pesannya, sekaligus membuka sesi pembekalan dengan doa bersama.

Memasuki acara inti, Kurnia Indasah, S.Kom.I., M.A., selaku moderator memandu sesi Alumni Talk. Sesi ini menghadirkan dua praktisi komunikasi sekaligus alumni prodi Ilmu Komunikasi, yakni Public Relations Deepublish, Anita Rahmasari, S.I.Kom., dan Senior Visual Designer PT Erajaya Swasembada Tbk, Muhammad Thufeil Imtinan Kertamukti, S.I.Kom.

Dalam paparannya, Anita mengungkapkan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukan satu-satunya jaminan di dunia kerja. Ia menyoroti koneksi (networking) sebagai pintu masuk utama yang bisa dimanfaatkan mahasiswa selama masa KKK.

Untuk memaksimalkan peluang, Anita membagikan tiga tahapan penting: meriset budaya kerja instansi sebelum magang, bersikap proaktif dan disiplin saat KKK, serta terus menjaga silaturahmi dengan mentor setelah magang berakhir.

Sementara itu, Muhammad Thufeil yang hadir secara daring membagikan prinsip "Networking opens doors, branding keeps them open". Menurutnya, keterampilan yang mumpuni membutuhkan jaringan agar dapat dikenal luas.

Thufeil membagi karier dalam tiga fase: networking (mengenalkan diri), trust stage (membuktikan kemampuan), dan branding (dikenal karena keahlian). "Proses ini dimulai saat orang-orang mengenal kita melalui networking, lalu kepercayaan dibangun. Ketika kepercayaan itu dijaga, orang akan mulai mengingat kita karena nilai yang kita tawarkan," papar Thufeil.

Acara diakhiri dengan pemaparan teknis KKK oleh Fajar Iqbal, S.Sos., M.Si., dan Ihya’ Ulumuddin, M.Sos. Keduanya mengingatkan bahwa KKK bukan sekadar penggugur kewajiban akademik, melainkan wadah aktualisasi keilmuan komunikasi.

Kedisiplinan mahasiswa akan dipantau secara ketat melalui penyusunan daily report (laporan harian). Pada akhir program, performa mahasiswa akan dievaluasi secara komprehensif oleh tiga pihak, yakni Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dosen Penguji, dan Supervisor Instansi. Beberapa instansi yang kerap menjadi rujukan magang mahasiswa antara lain Sigma, EraCareer, Logic.PR, Mix.co.id, dan Polygonbikes.