Tingkatkan Mutu, Prodi Ilmu Komunikasi Benchmarking di FISIP Universitas Brawijaya dan LPM UIN Malang

Guna menjawab tantangan regulasi akreditasi nasional dan internasional yang kian ketat, Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus bergerak progresif. Melalui Tim Penjaminan Mutu Program Studi (PSMP), Prodi Ilmu Komunikasi terlibat aktif dalam rangkaian kunjungan benchmarking ke dua perguruan tinggi terkemuka di Jawa Timur, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Langkah strategis ini diambil sebagai komitmen nyata untuk memperkuat tata kelola akademik dan mempertahankan akreditasi berpredikat "Unggul".

Rombongan penjaminan mutu dari Yogyakarta ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial (Fishum) UIN Sunan Kalijaga, Ambar Sari Dewi, Ph.D. Pertemuan intensif tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, tim penjaminan mutu, serta pengelola akademik dari masing-masing institusi. Di UIN Malang, kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno pada Kamis, 11 Juni 2026.

Wakil Dekan I Fishum, Ibu Ambar, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mengawal persiapan akreditasi untuk enam program studi di bawah naungan fakultas, termasuk program sarjana maupun magister, baik melalui BAN-PT maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). "Tuntutan akreditasi yang semakin ketat mendorong tim penjaminan mutu tingkat prodi (PSMP) untuk belajar secara taktis mengenai tata kelola dokumen borang, manajemen fakultas, hingga tata kelola finansial akreditasi," ujarnya.

Terlebih lagi, sistem penjaminan mutu saat ini wajib mengacu pada regulasi terbaru, seperti Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 serta Regulasi SPMI No. 39 Tahun 2025. Karakteristik indikator yang berbeda di setiap Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) menuntut program studi untuk bergerak lebih lincah dan berbasis data.

Dalam kunjungannya di FISIP Universitas Brawijaya, perwakilan Prodi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga menggali strategi tata kelola berbasis digital. Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FISIP UB, Bapak Andi Ilman Hakim, memaparkan bahwa integrasi data di tingkat universitas melalui platform Gapura Brawijaya sangat meringankan beban program studi saat akreditasi. Dengan data dosen, publikasi, dan prestasi yang terupdate secara real-time, program studi tidak perlu lagi menyiapkan bukti dukung secara manual.

Selain digitalisasi, FISIP UB membagikan formula restrukturisasi organisasi mutu. Untuk mengoptimalkan kinerja, jumlah dosen yang terlibat dalam tim penjaminan mutu dikurangi agar mereka dapat fokus pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebaliknya, peran Tenaga Kependidikan (Tendik) diperkuat untuk mendukung penuh pengelolaan administratif dan dokumentasi mutu. UB juga mengoptimalkan program Student Employee (mahasiswa pembantu administrasi dengan kompensasi keringanan UKT) untuk membantu pengumpulan data akreditasi.

Sementara itu, dalam sesi diskusi di LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, perwakilan Prodi Ilmu Komunikasi mendapatkan sesi mengenai implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan). Staf Ahli Pusat Pengembangan Standar Mutu UIN Malang, Rosihan Aslihuddin, M.A.B., menekankan pentingnya prinsip "Speak with Data" (Berbicara Berdasarkan Data).

UIN Malang mewajibkan setiap fakultas dan prodi melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) secara berkala dan menyusun dokumen Audit Tindak Lanjut (ATL) sebagai bukti konkret bahwa tahap 'Peningkatan' dan 'Pengendalian' mutu benar-benar berjalan.

Tak kalah menarik, UIN Malang membagikan strategi taktis legalitas organisasi. Agar kinerja tim mutu di tingkat fakultas dan prodi dapat dihargai secara finansial, Unit Penjaminan Mutu ditetapkan melalui SK Dekan sebagai Pelaksana PM dengan nomenklatur yang disesuaikan dengan skema remunerasi universitas, sehingga aktivitas mereka dapat dikonversi menjadi poin remunerasi dosen.

Tantangan klasik program studi seperti rendahnya respons alumni terhadap Tracer Study juga dikupas tuntas dalam pertemuan tersebut. Dari hasil diskusi lintas institusi, ditemukan beberapa solusi konkret, mulai dari metode pendekatan personal menggunakan platform WhatsApp (bukan email) , pelibatan tim khusus untuk kontak langsung, hingga pemberian insentif atau reward tertentu bagi alumni yang mengisi instrumen.

Mengenai implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), Dr. Abdussakir, M.Pd dari UIN Malang mengingatkan bahwa evaluasi kurikulum skala kecil idealnya dilakukan setiap semester atau setiap tahun, sementara revisi mayor atau perubahan besar struktur kurikulum dilakukan secara berkala setiap empat tahun sekali.

Melalui keikutsertakan aktif dalam benchmarking dua kampus besar ini, Tim PSMP Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga tidak hanya membawa pulang teori, melainkan kesiapan strategi taktis. Seluruh catatan praktik baik mengenai penajaman dokumen mutu mikro, penguatan instrumen pengabdian masyarakat, hingga skema pengelolaan laboratorium akan segera diselaraskan demi mengantarkan Prodi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga meraih predikat Unggul yang berkelanjutan.