Prodi Ilmu Komunikasi Ikuti Workshop Penulisan Modul Laboratorium FISHUM, Dorong Kompetensi Berbasis Luaran

YOGYAKARTA – Program Studi S1 Ilmu Komunikasi menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu akademik dengan berpartisipasi aktif pada Workshop Penulisan Modul Praktik Laboratorium. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Senin, 18 Mei 2026.

Kehadiran delegasi dari Prodi S1 Ilmu Komunikasi diwakili oleh jajaran dosen pengampu mata kuliah berpraktik yang perkuliahannya akan mengoptimalkan penggunaan fasilitas laboratorium, yakni Alip Kunandar, S.Sos., M.Si., Lukman Nusa, M.I.Kom., Handini, S.I.Kom., M.I.Kom., Maya Sandra Rosita Dewi, S.Sos., M.I.Kom., serta Latifah Zahra, M.A.. Partisipasi ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menyusun panduan praktikum yang sistematis, adaptif, dan berbasis luaran (outcome-based).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FISHUM, Prof. Erika Setyanti Kusumaputri, M.Si.. Dalam arahannya, Dekan menegaskan bahwa penyusunan modul praktikum tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas pemenuhan beban administratif. Lebih dari itu, ketersediaan modul yang terstruktur rapi dan fungsional merupakan instrumen esensial untuk menjamin tercapainya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) oleh seluruh mahasiswa.

Dalam upaya menyegarkan perspektif para dosen, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli. Pembicara pertama, Dr. Andreas Budi Widyanta, S.Sos., M.A., mengajak para dosen pengampu untuk mereposisi fungsi laboratorium di rumpun ilmu sosial. Ia menekankan bahwa laboratorium harus bertransformasi menjadi ruang dinamis yang memacu mahasiswa untuk menjadi subjek aktif dalam memproduksi pengetahuan (instrumental knowing-how), bukan sekadar ruang fisik pasif tempat demonstrasi alat.

Selanjutnya, sesi dilanjutkan dengan pemaparan taktis oleh Dr. Ika Kartika, S.Pd., M.Pd. mengenai standardisasi penyusunan modul yang ideal dan berbasis pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Para dosen diingatkan agar tidak terjebak pada ketebalan halaman, karena indikator modul yang berkualitas terletak pada kejelasan instruksi dan kemampuannya memandu mahasiswa mencapai kompetensi. Proses penulisan wajib menjadikan RPS sebagai kompas utama agar alur unit pembelajaran dan instrumen ukurnya menjadi sangat presisi.

Melalui keikutsertaan dalam sesi bedah draf dan diskusi interaktif di workshop ini, jajaran dosen pengampu Prodi S1 Ilmu Komunikasi diharapkan dapat segera melakukan finalisasi modul praktikum mereka. Modul-modul baru tersebut ditargetkan siap untuk diimplementasikan pada semester mendatang demi menghadirkan proses perkuliahan yang lebih aplikatif, terukur, dan akuntabel bagi mahasiswa. (K.Ind)