POP 2021 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mendukung Program Vaksinasi Nasional dengan Kampanye “Indonesia Bervaksin”

Party of PR Prodi Ilmu Komunikasi 2021
Party of PR (POP) merupakan buah karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, khususnya mahasiswa Ikom yang berkonsentrasi di bidang Public Relations. Keberadaan POP bertujuan mewadahi perkembangan mahasiswa Ikom PR dalam mengasah soft skill dan hard skill, serta memberikan ruang bagi mahaiswa untuk melebarkan relasi dalam lingkup nasional. Selain itu, keberadaan POP juga dapat mengangkat Brand konsetrasi Public Relations di Prodi Ilmu Komunikasi UIN Suka.
POP 2021 mengangkat tema “Indonesia Berfaksin” dengan tujuan membantu pemerintah dalam mengkampanyekan program Vaksinasi Nasional yang sebelumnya telah dilanda isu-isu negatif seperti tingkat keamanan yang belum teruji, efek samping yang bisa menyebabkan kelumpuhan dst.
Pada tahun ini, POP dilaksanakan pada 2-4 Juni 2021 dengan sistem full online melalui media Zoom, mengingat masih dalam masa pandemi covid-19 yang dimengaharuskan menghindari kegiatan yang berpotensi megundang kerumunan. Adapun Rangkaian acaranya POP 2021 meliputi kompetisi nasional, seminar nasional, Party of PR Community, dan warding.
Kompetisi PR Campign dan News Presenter
Perlombaan merupakan program andalan dalam berbagai even di ranah mahasiswa. Hal tersebut disebabkan karena adanya dorongan dalam upaya menumbuhkan jiwa saing bagi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik. Penyelenggaraan kompetisi POP yang open registration pada 4 April 2021 dan close entry karya pada 1 Mei 2021 tersebut berfokus pada dua (2) mata lomba.
Pertama, PR Camp yaitu perlombaan dengan menekankan pada beberapa aspek penilaian yang meliputi kepenulisan, analisa masalah, kreatifitas dalam mensajikan program solusi, relevansi untuk diterapkannya program dan kekompakan kerja sama tim yang dilihat saat presentasi. Peserta lomba merupakan mahasiswa ilmu komunikasi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia. Alur proses kompetisi POP dimulai dengan pendaftaran secara berkelompok yang terdiri atas 3 anggota dari kampus yang sama. Artinya, setiap anggota dalam satu kelompok tidak diperkenankan berasal dari kampus yang berbeda.
Proses seleksi pada PR Campign berjalan dengan sangat ketat karena melalui pematauan dari pakar-pakar yang membidangi perhumassan. juri yang berlatar belakang praktisi di wakili Humas Jogja Internasional Hospital (JIH) Yogyakarta, yaitu Febrian Endah Sari, S.Ikom. adapun juri yang berlatar belakang akademisis diwakili oleh Niken Puspita Sari, S.IP., M. A. dan Drs. Bono Setyo, M.Si. kedanya merupakan dosen Public Relations program studi Ilmu Komunikasi, Kampus UIN Sunan Kalijaga.
kedua, News Preseter merupakan mata lomba yang berbasis pada aspek penilaian yang menekankan pada kemampuan personal dalam memperlihatkan skill seorang presenter. Berbeda dengan PR Campign yang mengutamakan kemampuan analisa dan kreatifitas program, di mata lomba ini kemapuan Public Speaking yang meliputi kemampuan berbahasa, intonasi suara, penekanan kata, bahas tubuh dan penampilan menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
Antusias peserta berasal dari berbagai kampus negeri maupun swasta menambah keseruan dalam proses penjurian news presenter. Peserta mata lomba ini berasal dari beberapa universitas ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Universitas Padjajaran (UNPAD) Banten, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Garut dan Universitas Respati Yoyakarta (UNRIYO).
Untuk menjaga kualitas seleksi peserta finalilis, panitia POP menghadirkan juri yang berpengalaman di bidangnya seperti Risa Karmida, M. A., Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si., dan Drs. Siantari Rihartono, M.Si. ketiga juri news presenter tersebut merupakan seorang akademisi dan beberapa di antaranya juga seorang praktisi.
PR Talk “Indoensia Berfaksin”
Pada hari kedua, tepatnya pada Selasa pagi, 3 Juni 2021, rangkaian acara POP meyelenggarakan PR Talk dengan tema “Indonesia Bervaksin”. Acara ini dilakuan secara full daring melalui media Zoom yang meyambungkan antara narasumber dan peserta. Tema ini menjadi menarik untuk dibahas karena banyaknya opini tentang program vaksinasi nasional yang beredar di dunia maya, mulai dari yang negatif hingga positif. Berbagai sudut pandang pro dan kontra terhadap program vaksinasi nasional memicu keresahan di masyarakat dalam mencari kebenaran dari sumber yang bisa percaya.
Melalui PR Talk, segenap panitia dan penyelenggara even berharap, acara ini dapat menjadi salah satu media penyalur informasi yang dapat di pertanggung jawabkan. Karena, pada kesempatan kali ini, mendatangkan langsung narasumber yang ahli di bidangnya.
Narasumber pada acara PR Talk, membahas program vaksinasi nasional dari tiga (3) arah sudut pandang. Narasumber utama menghadirkan seorang praktisi di bidang kesehatan, yaitu dr. Shafira Ninditya Auliya, beliau merupakan seorang Medical Doctor dan Health Influencer. Keaktifannya di media sosial dengan yang penampilan menarik, mengundang banyaknya followers pada akun Instagram dan Tik-tok milik sarjana lulusan Universitas Indonesia ini. Dengan demikian, memudahkan dokter muda ini dalam memberikan edukasi seputar kesehatan kepada netizen melalui media sosial. “Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu. Sehingga, apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut, maka tidak sakit atau sakit ringan” jelas dr. Shafira dalam pemamparan matrinya saat PR Talk berlangsung.
Narasumber kedua yang berlatar belakang akademisi, di sampaikan oleh guru besar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Sosi, M. A. Selain mempunyai keahlian di bidang akademik, beliau juga merupakan seorang yang memiliki pengalaman di bidang praktisi jurnalis dan menulis buku. Materi yang di sampaikan oleh dosen yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Rektor 1 ini adalah tentang bagaimana proses arus informasi tentang vaksin yang simpaing siur. ”kecenderungan warga itu terbawa arus hoax vaksi., Hoax vaksin itu kalau di kaji lewat big data, ada lima puncak keriwuhan percakapan netizen di mdia sosial terkait dengan covid. Semuanya nadanya negatif terhadap vaksin” tutur iswandi.
Narasumber selanjutnya berasal dari seorang praktisi PR bernama Rahmanda Mutia Primardani, yaitu seorang PR Grand Rohan Jogja dan marketing communications Lafayette Boutique Hotel Yogyakarta. Pada sesi sarasumber alumin Universitas Airlangga(Unair) Surabaya Ini, beliau memberikan penjelasan tentang bagaimana sikap seorang praktisi PR dalam menghadapi banjirnya informasi pro kontra tentang program vaksinasi nasional. Rahmanda mejelaskan bahwa dalam kacamat PR, tujuan Vaksinasi selain diperlukan untuk masing-masing personal, tentunya untuk hotel. Yaitu, mengembalikan kepercayaan publik. Dari pernyataan tersebut menunjukkan perlu adanya peran praktisi PR dalam meluruskan informsi negatif tentang vaksin.
Party of PR Community
Pada Selasa siang, 3 Juni 2021, POP memberikan wajah berbeda dari beberapa acara sebelumnya, yaitu bincang santai dengan menggadeng komunitas PR di prodi Ilmu komunikasi dari beberapa kampus. Pada sesi kali ini, POP Comm memanfaatkan media Instagram melalui akun @patyofpr secara live yang berkolaborasi dengan komunnitas di himakom kampus lain. Acara ini berlangsung dengan menghadirkan perwakilan dari Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Solo, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan komunitas PRO UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Adapun acara ini di pandu oleh finalis Duta kampus bernama Alya Dwi Salsabila dengan mendiskusikan berbagai topik seputar PR dan Vaksin.
Awarding Night POP 2021
Jumat malam, 4 Juli 2021 merupakan acara puncak yang di tunggu-tunggu oleh segenap panita dan peserta, terutama bagi finalis yang telah melewati tahap seleksi kedua dengan presentasi online yang tidak sabar menuggu hasil akhir dari pengumuman juara lomba PR Campign dan News Presenter. Malam puncak ini seklaigus sebagai penutup serangkaian acara POP 2021 yang telah dipersiapkan selama 3 bulan.
Keseruan malam ini ditandai oleh pembacaan nominasi juara kedua mata lomba. Dalam PR Campign, juara pertama di raih oleh Tim Maleo asal Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah. Adapun juara kedua di duduki oleh tim Aptiandaru ,Universitas Udayana, Bali dan Juara ketiga dimenangkan oleh tim PRO Sasageyo Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Adapun mata lomba News Presenter, juara pertama dan kedua di sabet oleh Mahasiswa asal UIN Sunan Kalijaga bernama Agnia Melianasari pada peringkat I dan Istiana di peringkat II. Untuk peringkat ke III di raih oleh mahasiswa asal Universitas Garut bernama Jilani Maher Faiza.
Berbagai pertunjukan online yang diperembahkan pada malam ini menandai berakhirya acara POP 2021 dan akan dilanjutkan lagi pada tahun mendatang.