Gelar Kuliah Umum, Prodi Ilmu Komunikasi Datangkan Alumni Penulis Buku “Problematika Komunikasi Pandemi Covid-19”

Webinar Kuliah Umum Prodi. Ilmu Komunikasi 2020
Bertepatan dengan hari santri, Prodi ilmu komunikasi menyelenggarakan acara kuliah umum dengan tema ‘arus komunikasi di masa pandemi’. Acara ini digelar secara virtual dan ditayangkan melalui kanal youtube Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan kalijaga Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, Dr. Diah Ajeng Purwani, M.Si mewakili Ketua Prodi Ilmu Komunikasi menyampaikan sambutan pertamanya dengan menekankan betapa pentingnya kuliah umum ini bagi mahasiswa Ilmu komunikasi khususnya angkatan 2019 sebagai wahana menambah pengetahuan dan wawasan terkait perubahan arus komunikasi di masa pandemi, selain itu beliau menyampaikan banyak terimakasih kepada pimpinan prodi Sosiologi dan Psikologi serta para pimpinan fakultas yang berkenan hadir mengikuti acara ini.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Mochammad Sodik, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga memberikan sambutan sekaligus membuka acara, beliau berpesan agar materi yang disampaikan oleh narasumber dapat dijadikan sebagai bahan untuk memperkaya wawasan dan kajian khusunya terkait komunikasi di masa pandemi ini.
Narasumber yang dihadirkan dalam seri kuliah umum ini adalah Andi Andrianto, M.I.Kom, yang merupakan alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Andi juga tercatat sebagi penulis buku Problematika Komunikasi Pandemi Covid-19 sekaligus bagian Litbang Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Dalam materi yang disajikan setidaknya menyinggung berbagai aspek yang menjadi isu-isu komunikasi disaat pandemi. Peran pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi pandemic covid-19 harus sinergi karena dari musuh terbesar selain virus itu sendiri adalah informasi yang tidak benar alias hoax.
Kesadaran individu sebagai mahasiswa ilmu komunikasi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang postif di tengah arus informasi yang menyebar melalui media social. Sebagai kaum intelektual mahasiwa dituntut mampu memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat terkait maraknya informasi hoax.
Pada sesi kuliah umum terlihat antusias mahasiswa dalam mengikuti materi yang disampaikan, dalam sesi diskusi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber. Salah satu pertanyaan dari diskusi yang dilakukan, diantaranya dari Nabila Tazkia Ramadlina yang menanyakan, kenapa covid di Indonesia semakin hari semakin banyak yang terinfeksi,dan masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan yang disarankan atau bahkan diwajibkan oleh pemerintah. Apakah hal ini dikarenakan pemerintah yang kurang maksimal dalam usahanya meredam covid ataukah karna budaya rakyat Indonesia yang tidak terlalu mementingkan soal kesehatan mereka dan bahkan saya melihat masih banyak masyarkat Indonesia yang menganggap covid itu adalah sebuah Hoax? Senada dengan pertanyaan tersebut, Miftakhul Ulumiyah juga mengajukan pertanyaan, Dalam komunikasinya dari segi media massa, pemberitaan lebih condong pada hal yang krusial / darurat (covid). Berita tersebut tanpa sadar jadi ketakutan bagi masyarakat. Apa ada indikasi media ditunggangi kepentingan "menjual" sehingga mengedepankan pemberitaan seperti itu ? Karena dari sisi rakyat kecil khususnya, kami lebih membutuhkan berita yang bisa menjadi energi positif untuk bangkit.
Semua pertanyaan tersebut terjawab dengan apik oleh narasumber sehingga mampu menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi para mahasiswa ilmu komunikasi. (Tim)