Fasilitas
Unit
Senin, 5 Juni 2017 12:36:47 WIB Dilihat : 139 kali

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan sarasehan lingkungan di Pantai Depok, Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2017 dengan mengangkat tema “Nature for Now and Tomorrow”, dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh komunitas pegiat lingkungan, warga sekitar pantai Depok, dan dihadiri juga oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Dalam sambutannya ketua panitia menyampaikan berangkat dari kerihatinan melihat permasalahan sampah yang mengotori Pantai Depok, sehingga melalui kegiatan sarasehan ini diharapkan akan mendapatkan solusi atas masalah tersebut.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memperingat Hari Bumi yang sebenarnya jatuh pada tanggal 25 Maret. Melihat permasalahan kebersihan yang ada di Pantai Depok ini membuat kami selaku mahasiswa tergerak untuk melakukan diskusi bersama warga, komunitas pegiat lingkungan, ataupun pihak pemerintah untuk mencari solusi atas permasalahan ini. Harapannya seperti tema yang kami angkat, alam ini dapat kita nikmati untuk saat ini dan hari esok ,” tutur Sahila saat menyampaikan sambutannya.

Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di Pendopo Pantai Depok, acara sendiri dimulai pukul 09.00 dan kurang lebih terdapat 30 orang yang hadir dalam kegiatan tersebut. Komunitas pegiat lingkunganyang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu BORDA (Bremen Overseas Research and Development Association) serta FKWA (Forum Komunikasi Winongo Asri). Sedangkan dari masyarakat Pantai Depok diwakili oleh masyarakat yang tergabung dalam komunitas Koperasi Mina Bahari. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Bantul. Masyarakat berharap melalui kegiatan ini dapat dicari jalan keluar untuk menangani permasalahan yang ada. Menurut pernyataan dari masyarakat bahwa sampah yang ada sebenarnya berasal dari sungai Opak dan sungai lain yang bermuara ke pantai Depok, sedangkan aktivitas masyarakat sendiri tak terlalu menimbulkan sampah yang berarti.

“Sampah memang menjadi pemasalahan bagi masyarakat Pantai Depok, mengingat masyarakat hidup dari industri pariwisata. Akan tetapi perlu diketahui bahwa sampah-sampah tersebut berasal dari sungai Opak dan sungai lain yang bermuara ke Pantai Depok. Jika terjadi banjir, sampah dari limbah rumah tangga ataupun pepohonan akan terbawa hingga Pantai Depok hingga menyebabkan pemandangan yang tak sedap. Kami tentu mengapresiasi kegiatan ini dengan harapan akan ada solusi atas permasalahan yang ada. Kami juga berharap mahasiswa dapat menjadi contoh masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,” tutur Pak Eko perwakilan dari Koperasi Mina Bahari Pantai Depok.

Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga terlihat cukup antusias, terutama ketika membahas tentang kebersihan lingkungan. Pihak BORDA sendiri selaku pembicara banyak menyampaikan mengenai bagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Tak hanya itu BORDA juga mengusulkan agar masyarakat mulai menerapkan bank sampah. Melalui kegiatan bank sampah juga mampu mendatangkan penghasilan tambahan. Selain itu BORDA juga mengusulkan agar retribusi juga dialokasikan untuk penanganan sampah.

“Untuk menangani permasalahan sampah ini sebernarnya dapat dimulai dari diri sendiri. Selain itu masyarakat juga bisa mengadakan kegiatan bank sampah. Melalui kegiatan itu sampah organik dan non-organik dipisahkan, sampah organik apat diolah menjadi pupuk sedangkan sampah non-organik dapat dijual. Melalui kegiatan itu selain dapat menjaga kebersihan lingkungan juga dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah,” terang Septa selaku pembicara dari BORDA.*Hastutik

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom